Jumat, 23 Maret 2012

# APAKAH KITA TERMASUK ORANG YG CINTA RASUL SAW #

# UNTUK RENUNGAN #

Mukadimah,
Rasul bersabda bahwa barangsiapa menghidupkan sunahnya, sesungguhnya dia mencintai Rasulnya, Pernyataan Baginda Rasul ini sangat memotivasi jiwa umatnya untuk dapat bersama beliau di dalam Surga dengan segala kenikmatan yang tiada tara, Kita sering mendengar informasi ini dari Al Quran atau Hadist Nabi. Rasanya kita ingin lebih cepat meraih kenikmatan itu. Dan ujung-ujungnya muncul rasa rindu dan rasa cinta yang sangat mendalam kepada Baginda Rasulullah. Kemudian keinginan tadi, menanyakan kepada kalbu, Apakah sudah pantas diriku ini bersanding bersama Rasul ?

Andaikata Rasulullah datang menjenguk kita.
Bayangkan andaikata Rasulullah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita Apa yang akan kita lakukan?
Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau dan mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita untuk melepaskan rasa rindu yang sudah lama dipendam. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar beliau sudi menginap beberapa hari di rumah kita untuk bercerita dengan tuturkata yang lembut, mengajarkan kepada kita tentang sopan santun, ilmu dan hikmah.

Tapi barangkali kita meminta beliau menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dengan beraneka VD yang sebagian besar bergambarkan wanita terbuka setengah auratnya dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke ruang dalam.
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke gudang belakang.
Barangkali kita akan segera memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang biasanya berada didekat dapur dalam keadan berdebu dan memindakannya ke ruang tamu.

Bagaimana bila kemudian beliau sudi menginap di rumah kita, walaupun hanya satu malam?
Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu Spice girls, atau tembangnya Beattle atau Rollingstone dibanding hapalan Sholawat kepada Rasulullah.
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah atau sirah nabi yang menceritakan perjalanan hidup beliau.
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan para sahabat beliau tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Ranger atau Doraemon .

Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar menjadi ruang musalla, karena beliau sangat menyenangi sholat yang berjam-jam diwaktu malam.
Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian muslimah yang pantas dipakai sewaktu berhadapan dengan beliau untuk mendengarkan petuah-petuah beliau. Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita.

Kemana kita harus meyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Karena gudang-gudang di belakang sudah pada penuh.
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita jarang ke masjid, mana tau nanti beliau menanyakan siapa nama morbot mesjid kampung kita, karena beliau sangat perhatian terhadap orang-orang seperti itu
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita sibuk di depan TV, karena sinetronnya, sayang untuk diliwatkan.

Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca AlQuran, hingga AlQuran terlihat rapi dan bersih diantara buku-buku di rak buku kita
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Barangkali kita menjadi malu jika beliau menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.

Bayangkan andaikata Rasulullah tiba-tiba muncul di depan pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan beliau masuk dan menginap di rumah kita?
Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
Marilah kita memohon :
Maafkanlah kami ya Rasulullah .........
Karna kami tahu engkau seorang pemaaf dan murah hati .........
Kami tahu bahwa cintamu kepada umatmu melebihi cinta kami terhadap dunia.Hanya Allah yang tahu bahwa kami tetap cinta kepadamu sampai dengan hembusan nafas kami yang terakhir ya Rasulullah .......... Apakah umatmu yang rendah ini pantas berada disisimu ya Rasulullah ? Dengan segala kemurahan hati yang engkau miliki aku hambamu yang rendah ini ingin tetap disisimu ya Rasulullah .........

# CINTAILAH-ILAHI #

Demi Cinta Allah

Dia ingin berubah. Dia ingin jadi seperti dahulu. Sentiasa mengingati Allah, sentiasa takut akan azab-Nya, sentiasa taat pada perintahn-Nya, dan sentiasa jaga batas pergaulan. Dia yakin dan percaya, perempuan yang dijaga oleh Allah, pasti tidak akan membenarkan mana-mana tangan lelaki menyentuh dirinya.

Namun, takala dia merasakan dirinya cukup bahagia dengan hidayah Allah, Allah menguji dirinya. Allah menghadirkan dirinya dengan seorang lelaki yang menuntut balasan cinta. Dirinya dimewahkan dengan kata-kata pujian, dengan gurindam rindu dan madah-madah cinta yang sebelum ini tidak pernah meneroka hati dan jiwanya.

Dia percaya cinta dari Allah, tapi dia lupa itu bukan caranya. Dia alpa. Hatinya sudah tidak seperti dahulu. Hatinya dilimpahi rasa rindu si jejaka. Rindu si nafsu yang mengwar-warkan kemanisan cinta manusia. Bukan dia tidak sedar dia sudah berubah, bukan juga dia tidak sedar bahawa ketenangan hati yang pernah dianugerahkan oleh Allah semakin menjauhi. Dia menutup kesedaran itu dengan janji dan kata-kata cinta si jejaka.

Dia sudah jauh dari hidayah Allah. Imannya rapuh, syaitan menari-nari tatkala dia membenarkan tangan rakus si jejaka menyentuh dirinya bersama alunan syahdu janji kekasih. Tempat yang sepatutnya dia jaga, didedahkan. Kononnya yakin si jejaka adalah suaminya.

Tidakkah dia takut dengan dosa atau dengan azab Allah?. Ya, dia sedar tetapi separa sedar. Rasa sayangnya pada jejaka itu mulai melebihi segalanya. Namun, syukur pada Allah, Allah masih sayang padanya. Jejaka itu gagal menawan mahkota dirinya. Saat dirinya berutus cinta, dia masih lagi solat, dia tidak lupa tanggungjawabnya. Namun mungkin solatnya masih tidak sempurna lalu robohlah benteng imannya dipukul ombak nafsu cinta manusia.

Allamdullilah. Allah menurunkan hidayah pada dirinya. Di saat jejaka menyepikan diri seketika, dirinya dilanda rasa berdosa. Mengingati kembali dosa-dosa yang dilakukan, mengalir air mata kekesalan. Disaksikan kegelapan malam, dia bangun untuk bersolat taubat. Menangislah dirinya sepuas-puasnya. Dia memohon petunjuk pada Allah, dia ingin kembali, kembali atas cinta. Demi cinta Allah yang tidak pernah berpaling dari hidupnya dia nekad untuk berubah. Namun hatinya sedikit takut akan janji Allah.

"Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan begitu sebaliknya."

Apa yang patut dia lakukan kini. Dia mula merasakan dia bukan dari kalangan wanita yang baik-baik. Tidak layak untuk sesiapa. Dia menutup pintu hatinya seketika dari cinta manusia yang bernafsu yang mengeruhkan kolam keimanannya yang pasang surut. Sehingga ditakdirkan Allah untuk dirinya bertemu dengan seseorang yang mencintainya kerana Allah.




"Demi cinta Allah yang ku kejar, kuatkan hatiku untuk bertahan, berikan ku kecerdasan akal untuk sentiasa berfikir tentang kuasaMu, hulurkan pertolonganMu di saat-saat aku hampir tewas, sinarkan nur hidayahMu untuk aku terus di jalanMu. Ya Allah! Aku memohon keampunan kepadaMu."

Hanya Demi Allah Kita Berpisah Di Dunia, Semoga Dipertemukan Kembali Di Akhirat


Demi Cinta Allah
Dia ingin berubah. Dia ingin jadi seperti dahulu. Sentiasa mengingati Allah, sentiasa takut akan azab-Nya, sentiasa taat pada perintahn-Nya, dan sentiasa jaga batas pergaulan. Dia yakin dan percaya, perempuan yang dijaga oleh Allah, pasti tidak akan membenarkan mana-mana tangan lelaki menyentuh dirinya.

Namun, takala dia merasakan dirinya cukup bahagia dengan hidayah Allah, Allah menguji dirinya. Allah menghadirkan dirinya dengan seorang lelaki yang menuntut balasan cinta. Dirinya dimewahkan dengan kata-kata pujian, dengan gurindam rindu dan madah-madah cinta yang sebelum ini tidak pernah meneroka hati dan jiwanya.

Dia percaya cinta dari Allah, tapi dia lupa itu bukan caranya. Dia alpa. Hatinya sudah tidak seperti dahulu. Hatinya dilimpahi rasa rindu si jejaka. Rindu si nafsu yang mengwar-warkan kemanisan cinta manusia. Bukan dia tidak sedar dia sudah berubah, bukan juga dia tidak sedar bahawa ketenangan hati yang pernah dianugerahkan oleh Allah semakin menjauhi. Dia menutup kesedaran itu dengan janji dan kata-kata cinta si jejaka.

Dia sudah jauh dari hidayah Allah. Imannya rapuh, syaitan menari-nari tatkala dia membenarkan tangan rakus si jejaka menyentuh dirinya bersama alunan syahdu janji kekasih. Tempat yang sepatutnya dia jaga, didedahkan. Kononnya yakin si jejaka adalah suaminya.

Tidakkah dia takut dengan dosa atau dengan azab Allah?. Ya, dia sedar tetapi separa sedar. Rasa sayangnya pada jejaka itu mulai melebihi segalanya. Namun, syukur pada Allah, Allah masih sayang padanya. Jejaka itu gagal menawan mahkota dirinya. Saat dirinya berutus cinta, dia masih lagi solat, dia tidak lupa tanggungjawabnya. Namun mungkin solatnya masih tidak sempurna lalu robohlah benteng imannya dipukul ombak nafsu cinta manusia.

Allamdullilah. Allah menurunkan hidayah pada dirinya. Di saat jejaka menyepikan diri seketika, dirinya dilanda rasa berdosa. Mengingati kembali dosa-dosa yang dilakukan, mengalir air mata kekesalan. Disaksikan kegelapan malam, dia bangun untuk bersolat taubat. Menangislah dirinya sepuas-puasnya. Dia memohon petunjuk pada Allah, dia ingin kembali, kembali atas cinta. Demi cinta Allah yang tidak pernah berpaling dari hidupnya dia nekad untuk berubah. Namun hatinya sedikit takut akan janji Allah.

"Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan begitu sebaliknya."

Apa yang patut dia lakukan kini. Dia mula merasakan dia bukan dari kalangan wanita yang baik-baik. Tidak layak untuk sesiapa. Dia menutup pintu hatinya seketika dari cinta manusia yang bernafsu yang mengeruhkan kolam keimanannya yang pasang surut. Sehingga ditakdirkan Allah untuk dirinya bertemu dengan seseorang yang mencintainya kerana Allah.




"Demi cinta Allah yang ku kejar, kuatkan hatiku untuk bertahan, berikan ku kecerdasan akal untuk sentiasa berfikir tentang kuasaMu, hulurkan pertolonganMu di saat-saat aku hampir tewas, sinarkan nur hidayahMu untuk aku terus di jalanMu. Ya Allah! Aku memohon keampunan kepadaMu."

Hanya Demi Allah Kita Berpisah Di Dunia, Semoga Dipertemukan Kembali Di Akhirat

# MENGAPA HAWA TERCIPTA SAAT ADAM TERTIDUR #


Dikatakan bahawa seorang laki-laki jika kesakitan, maka dia akan membenci. Sebaliknya wanita saat dia kesakitan, maka semakin bertambah sayang dan cintanya.
 
Seandainya Hawa diciptakan dari Adam ‘alaihissalam saat Adam terjaga, pastilah Adam akan merasakan sakit keluarnya Hawa dari sulbinya, hingga dia akan membenci Hawa. Akan tetapi Hawa diciptakan dari Adam saat dia tertidur, agar Adam tidak merasakan sakit dan tidak membenci Hawa.

Sementara seorang wanita akan melahirkan dalam keadaan terjaga, dia melihat kematian ada dihadapannya, akan tetapi semakin bertambah sayang dan cintanya kepada anak yang dilahirkannya, bahkan dia akan menebusnya dengan kehidupannya.

Sesungguhnya Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk bengkok yang tugasnya adalah melindungi Qalbu (jantung, hati nurani).

Oleh kerana itu, tugas Hawa adalah menjaga qalbu. Oleh karena itu Hawa diciptakan dari tempat yang nantinya akan berinteraksi dengannya. Sementara Adam diciptakan dari tanah, kerana dia akan berinteraksi dengan tanah, dia akan menjadi petani, tukang batu, tukang besi, dan tukang kayu.

Adapun seorang wanita, maka akan berinteraksi dengan perasaan, dengan hati. Dia akan menjadi seorang ibu yang penuh kasih, seorang saudari yang penyayang, seorang putri yang manja, dan seorang isteri yang penurut.

Kedokteran modern telah menetapkan bahawa seandainya bukan kerana tulang rusuk tersebut pastilah pukulan yang paling ringan yang diberikan kepada jantung akan menyebabkannya rosak dan menuju kepada kematian. Maka Allah menciptakan tulang rusuk tersebut untuk menjaga qalbu. Kemudian Dia menjadikannya bengkok untuk melindungi qalbu dari sisi yang kedua. Oleh kerana itu, wajib bagi Hawa untuk berbangga kerana dia diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok!!

Dan wajib bagi Adam untuk tidak berusaha meluruskan tulang yang bengkok tersebut, sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi saw, jika seorang laki-laki berusaha meluruskan yang bengkok tersebut dengan serta merta, maka dia akan mematahkannya.

Yang dimaksud dengan kebengkokan tersebut adalah perasaan yang ada pada diri seorang wanita yang mengalahkan perasaan seorang laki-laki.
Maka wahai Adam, janganlah merendahkan perasaan Hawa, dia memang diciptakan seperti itu.