Minggu, 01 April 2012

Dimanakah aKu...?!

oleh Fhit Segaf pada 1 Juni 2011 pukul 6:24 ·
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakah..

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wata’ala yang tak henti-hentinya melimpahkan berkah serta rahmat-Nya kepada kita sekalian.
Salam serta shalawat kita sampaikan kapada Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah menuntun kita semua dari jalan gelap menuju jalan yang terang yang diridhai oleh Allah Subhanahu wata’ala.
Beberapa hari yang lalu, sebuah message mampir di inbox FB ku yang dirimkan oleh salah seorang saudara seimanku. Sebuah kata-kata motivasi, guna instropeksi diri dan sebuah renungan untuk kita jawab secara jujur dari dalam hati yang paling dalam.
Sengaja saya posting ulang agar saudara/i seimanku bisa mengambil hikmah, dan juga coba mengamalkan isi salah satu ayat yg tercantum dalam Al Quran, yaitu Sesuai dengan inti dari Al Qur’an Surat ke 103, Al ‘Ashr. Bahwa semua manusia itu sebenarnya sangat rugi jika tidak memanfaatkan waktunya untuk beramal shaleh dan menasehati dalam hal kebenaran dan kesabaran..

Di Manakah Aku....?

"Aku kuatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan, Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan, Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman... Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusuk namun sibuk dalam kesendiriannya.... Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis....
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi....

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.....

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi hatinya cemberut...

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pelacur yang tampil jadi figur..

Ada yang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan...

Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri....

Ada yang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan...

Lalu diantara semua itu dimana aku berada?"

***Semoga Bermanfaat***

Dari Dapur, Wanita Menuju Surga.. :)

oleh Fhit Segaf pada 4 Juni 2011 pukul 11:37 ·
Salah satu pesan orang tua kepada para anak perempuannya adalah " Cinta suami berawal dari perut". Ketelatenan seorang wanita dalam memberikan hidangan yang memanjakan lidah bagi suaminya, ternyata memang tidak hanya berhasil memikat kasih sayang dan perhatiannya, namun juga terbukti berhasil menghidangkan kebahagiaan bagi rumah tangga mereka. Betapa tidak, suami mana yang tidak akan damai melihat sang istri begitu serius merawat dan melayaninya, serta perduli pada hal terinci termasuk pada jam makannya. Bagi suami yang sangat pintar menghargai, hal ini membuat kekurangan wanita yang menjadi istrinya seolah termaklumi oleh perbuatannya merawat dan menjaga cita rasa lidah sang suami.Dan tentunya bagi si istri, kebahagiaan sudah pasti dituainya karena kesenangan dan ridho suami memanglah menjadi tujuan akhir dari perjuangan wanita muslimah.

Maka, betapa disayangkan jika masih ada beberapa orang yang berpikir bahwa dapur bukanlah tempat wanita modern dalam `berkarir`. Bahkan sebagian dari mereka dengan ikhlasnya berbagi pahala dengan para pembantu bahkan menyerahkan semuanya kepada pembantu. Beribu alasan kesibukan dan ketidakmampuan diberikannya, termasuk alasan bahwa jaman sekarang pekerjaan rumah hanya menghambat perkembangan kreatifitas wanita.

Hanya orang- orang yang belum mengerti kedamaian sebuah melayani, yang akan berpikiran bahwa pekerjaan dapur hanya merendahkan wanita. Begitulah pendapat kebanyakan mereka, biasanya didapur, masa depan wanita...tamat.

Namun hal ini berbeda dengan pikiran para wanita yang menjunjung tinggi sebuah keikhlasan. Melayani bukan berarti memasrahkan diri menjadi pelayan. Melayani berarti meninggkatkan derajat diri, dari yang semula hanya berpikir tentang diri sendiri, dengan usaha yang keras dia tanggalkan ego untuk membahagiakan orang lain. MasyaAllah, ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi juga tidak mustahil dijalankan. Wanita ajaib seperti apa yang dapat berbuat seperti ini, kecuali akan menjadi berkah bagi pasangannya. Betapapun pekerjaan rumah begitu beratnya, betapapun banyak kesibukan diluar yang menyita waktu mereka, namun seorang wanita sholehah akan tetap memfokuskan bahwa keluarga adalah nomor satu, dan karena memang itulah tanggung jawab sesungguhnya,baginya, dari Allah sang maha penguasa. Pikirannya akan dengan sadar menggiringnya untuk selalu menyempatkan waktu menyiapkan apa yang dia bisa hidangkan untuk suami tercinta. Selanjutnya, pahala baginyapun akan mengalir dengan deras dan tiket untuk masuk ke dalam surga Allah insyaallah akan digenggaman.

Memang masih banyak cara untuk membahagiakan suami kita selain dengan memasakkan makanan kesenangan beliaunya. Namun, adakah cara yang lebih indah untuk memenuhi selera makan mereka selain dengan memenuhinya dengan tangan kita sendiri. Pastilah sebuah kebanggaan bagi kita dapat merawat suami sebagai bagian dari amanah kita yang kita lakukan dengan tangan kita sendiri, dan menjadikan kita pribadi yang dapat dipercaya dalam menjaga amanah.

Maka jangan pernah menyepelekan titipan Allah, dan jangan menunggu sampai titipan itu diambil Allah barulah kita menyadari kekeliruan kita. Maka sebaiknya kita mulai menumbuhkan rasa malu, saat mengetahui bahwa sang suami cenderung menyukai penganan di luar dan atau buatan orang lain. Manfaatkan waktu sebaik mungkin belajar, karena sungguh Allah menyediakan surga bagi hambanya yang bersungguh- sungguh dalam belajar.

Siapapun anda, apapun kedudukan dan pekerjaan serta kesibukan saat ini, jangan pernah menganggap remeh hasil karya yang terolah dengan tangan kasih sayang anda dari sebuah ruangan kecil yang bernama dapur. kebahagiaan suami, perhatian dan kasih sayangnya dapat anda ikat dari sana. so, mengapa tidak buru- buru memulainya sekarang?. Selamat berburu pahala...

Ukhty..Engkaukah ituu..??

oleh Fhit Segaf pada 20 November 2011 pukul 18:27 ·
Bismillaahirahmanirahim...
Bidadari.....Aku hampir tak prcaya dirimu tercipta di dunia ini.. Bagaimana mungkin..?? Ditengah-tengah hiruk pikuk manusia mengejar dunia, kau hadir mencari rahasia akherat.. Saat manusia keluar mencari kepuasaan nafsu, kau justru bersembunyi dengan hijabmu, menyembah RabbMu.. Ketika manusia terbahak-terbahak, kau justru menangis tersedu, merintih memohon hidayah dan ampunanNYA.. Ketika yang lain bangga dengan memamerkan tubuh, kau justru menutup keindahan itu, yang hanya akan kau persembahkn utk suamimu..Hanya tuk mengharap ridho Allah..
Lembut tuturmu pertanda wanita penurut pada suami, abha dan ummi.. Mengapa mahluk sepertimu masih ada di dunia ini wahai bidadari..?? Aku tak habis pikir dari langit keberapakah dirimu turun? Kau dikirim ke bumi untuk menjemput para mujahid sejati.. Menemaninya berjuang membela agama Allah.. Kemudian bersamanya meninggalkan dunia yang fana ini.. Menuju surga yang abadi.. Duhai ukhtyku yg shalehah, Siapakah bidadari itu? Engkaukah itu...??

INDAHNYA BERBAGI "UNTUKMU WAHAI BANI ADAM"

oleh Fhit Segaf pada 25 Maret 2012 pukul 21:28 ·
Assalamu'alaikum WaRahmatullahi WaBarakah..

Yaa Akhy.... Ukhwani Muslim......
Untaian Kata ini , hanyalah Cukup KuTitipkan Padamu sebagai wujud Saudara bagimu. Bukan Maksudku utk Mengguruimu,, Tapi engkau Adalah pemimpin Bagi kami.
Haturanku ,cukup untuk mengingatkanmu di Jalan , agar kelak engkau menjadi Lelaki yg bertanggung jawab dunia akhirat.
Titian jalan kita semua hanyalah dibatasi dgn sisa umur & maut ...
Cukuplah kata ini sebagai pelipur bagimu & cukup sebagai pesanku. Karna bisa jadi ketika saat itu tiba, kita tak akan berjumpa lagi di dunia ini

Yaa Akhy ,,,
Tugasmu tak cukup ringan utk menjadi seorang pejantan tangguh. Tapi engkau dibebankan akan Ma'rufnya unsur2 Dunia & jika bukan engkau siapalah yg kelak meneruskan perjuangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam di jalan Tuhan-mu ??

Ya Akhy ,,,
Jadilah engkau lelaki yg Beriman pd Allah Ta'ala
Yang hatinya dibalut rasa takwa kepada-NYA
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap agama
Yang senantiasa haus akan Ilmu yg barokah
Yang senantiasa dahaga akan pahala
Yang sholatnya adalah maruah dirinya
Yang tidak pernah takut utk berkata benar
Yang tidak pernah gentar meLawan Nafsu
Yang senantiasa bersama kumpulan org2 yg berjuang dijalan Allah

Yaa Akhy...
Jadilah Seorang lelaki,
Yang menjaga tutur kata dari yg buruk & dusta
Yang tidak bermegah2 dengan Ilmu yg termiliki
Yang tidak Berfoya2 dgn harta yg diberi
Yang senantiasa berbuat kebajikan dlm segala hal
Yang senantiasa penyayang pd siapapun juga

Yaa Akhy...
Jadilah seorang lelaki,
Yang selalu menghormati ibu-bapak
Yang senantiasa berbakti pd Org Tua & Keluarga
Yang akan menjaga kerukunan Rumah Tangga
Yang selalu berkepala dingin dlm setiap Masalah
Yang tak ringan tangan pada Istri & anak
Yang akan mendidik Istri & anak2 dlm Agama
Yang mengamalkan Hidup penuh Kesederhanaan

Yaa Akhy...
Jadilah Seorang Lelaki,
Yang senantiasa bersedia utk menjadi pemimpin keluarga
Yang menjadi panutan anak istri, keluarga & Masyrakat pd umumnya
Yang hidup dibawah naungan Kitab suci AlQur'an & Sunnah Rasulullah
Yang setia meneladani Sifat2 Rasulullah & Khurafaur-rasyidiin
Yang menyenangkan disaat berbincang
Yang dapat selalul mengunci Amarah ketika terjadi selisih
Yg selalu Istiqomah diJalan Allah
Yang selalu rendah hati pd sesama
Yang selalu sabar dikala menasihati istri & anak.

Yaa Akhy
Jadilah seorang Lelaki,
Yang dapat menjaga Mata & Hati dari segala keburukan
Yang selalu menjauhi segala tempat2 Maksiat
Yang selalu kukuh menjalankan Ibadah
Yang selalul bertanggung jawab atas Ucapan & tindakan jika tlah salah.
Yg selalu Mengajak pd Yang Ma'ruf pd sesama
Yang menjauhi  segala Larangan yg Diperintahkan Allah
Yang tak pernah Lalai dari Sholat, Shaum & Amalan Khair
Yang selalu Ridho akan Ketetapan Allah
Yang selalu tegar ketika tertimpa musibah
Dan Yang Selalu Mensyukuri terhadap Ni'mat2 & Ujian Dari Allah Ta'ala.

KARNA ENGKAU ADALAH LELAKI AKHIR ZAMAN.
 Ilaaha illaallah,laa haula wa laa quwwata illabillah,,Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala 'alihi wa sahbihi wasallam**

Smoga yg sederhana ini, bermanfaat untuk kita semua

(¯`*•.¸♥ surat cinta sang kekasih ♥¸.•*´¯)


MENCINTAIMU SEPENUH HATI
...
Sahabat yang di rahmati Allah,
pernahkah kita merasa jatuh cinta………
pernahkah kita merasa melayang dibuai oleh CINTA…..
tidur tak nyenyak
makan pun tak enak
ingin selalu tersenyum
ingin selalu mengingat “si dia”
pujaan hati kita…..
yang ada di pikiran kita hanyalah dia
dia….
dan dia…..
apapun yang kita kerjakan, selalu yang terbayang adalah “si dia”
betapa indahnya jatuh cinta
apalagi, saat dia membalas cinta kita…..
bagaimana rasanya sahabat???
indah sekali bukan….
ya,
saat cinta berbalas,
dunia terasa milik berdua…..
ingin rasanya berbuat yang terbaik untuk “si dia”
ingin rasanya selalu menyenangkan “si dia”
apapun yang “dia” pinta, kan kita penuhi
“dia” bagaikan cahaya yang selalu menerangi jalan kita….
Sahabat,
begitu indahnya jatuh cinta
hingga kita tak sanggup berkata-kata
selalu yang ada di kepala kita, hanya dia
dia, dan dia….
hanya dia yang mengerti kita,
hanya dia yang selalu bersama kita
hanya dia…….
“dia” bagaikan darah kita
bagaikan jantung kita, yang melengkapi jiwa kita
“dia”, begitu sempurna di mata kita…..
Sahabat,
alangkah indahnya jika kita jatuh cinta pada Allah
di setiap langkah, kita mengingatnya……
di setiap hembusan nafas,
di setiap hitungan waktu…..
Sahabat,
mencintai Allah, kita tidak akan bertepuk sebelah tangan
Allah akan selalu membalas cinta kita
Allah akan selalu mengabulkan apa yang kita pinta
Sahabat,
dengan mencintai Allah, pengorbanan kita tak akan sia-sia
hati kita tak akan pernah tersakiti
hati kita tak akan pernah dikecewakan
kita tak akan merugi
dan Allah akan selalu berada dimanapun kita berada…..
cinta Allah pada kita tak akan pernah mati
selama kita mencintai Allah dengan sepenuh hati
Sahabat,
mecintai Yang Maha Mulia, akan membuat kita menjadi mulia
mencintai Yang Maha Kasih Sayang, akan membuat kita dicintai oleh mahkluk-Nya
Sahabat,
tempatkanlah Allah di tempat yang terhormat di relung hati kita
cintailah Allah dengan sepenuh jiwa
dengan sepenuh hati
tanamkanlah selalu kalimat “LAA ILLAHAILALLAH” di hati kita
tiada Ilah selain Allah
tiada yang sangat kita cintai selain Allah
tiada yang sangat kita rindu selain Allah
tiada tempat untuk berlindung selain Allah
tiada yang kita sembah selain Allah
QS Al Baqarah 165 : “……….adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah……”
Sahabat,
mari kita mencintai Allah lebih dari apapun………

. KISAH NYATA AKIBAT MEMBUKA AURAT DI FACEBOOK ...

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Kisah ini mengenai seorang hamba Allah. Dia merupakan seorang wanita yang aktif berfacebook.Dalam facebook nya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat.

Selepas dia meninggal dunia, ibunya sentiasa bermimpi dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di Facebo...ok.Malangnya tiada siapa yang mengetahui password Facebooknya.
Jadi, kemungkinan besar, rohnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum….
dan ingatlah, azab untuk kita yg sengaja membiarkan aurat kita dilihat oleh lelaki bukan mahram adalah dosa yang besar dan dapat membawa ke dalam Api Neraka Allah SWT.
Cerita ini menjadi ikhtibar dan pelajaran buat kita, supaya tidak mengupload gambar kita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita tak tahu bila kita akan Mati…Jadi, tolonglah kalau anda Sayangkan diri anda, Hapuslah gambar yang tidak sepatutnya.
Sebarkan suara Islam yang benar, Inilah penjajahan yang dibawa oleh Globalisasi Dajjalism. Sehingga Yang WAJIB ini kita main-mainkan dan Dosa ini kita lakukan tanpa RASA APA-APA. Ingatlah aurat laki-laki yang harus dijaga diantara lutut dan pusar sedangkan madzhab syafii ada keringanan bagi wanita yg bekerja untuk membuka wajah dan kedua telapak tangannya.
Sadarlah ,
WALAU IKHLAS ATAU TIDAK YANG NAMANYA MENUTUP AURAT WAJIB DILAKUKAN,
Jika Ikhlas maka Berpahala tetapi jika tidak Ikhlas maka sekurang-kurangnya TERHINDAR DARI DOSA.
Jangan dijadikan Ikhlas sebagai Alasan untuk menghalalkan yang Haram.
Ingat ini Saham dosa kita yg ditatap oleh ribuan orang bahkan lebih dari jutaan saat yang dengan mudahnya melihat foto kita.
Apabila telah sampai masanya – baru lah Penyesalan Sudah Tidak Berguna.
Akhir kalam, semoga roh dia dicucuri rahmat Ilahi.(Ust.Reza Assegaf)
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
** Sumber : cintaallah.org

Kesaksian Dokter: “Jantung Seorang Mukmin Kumandangkan Adzan”

 

Dokter Jasim al-Haditsy seorang penasihat kesehatan jantung anak di ‘Amir Sulthan Center untuk Penyakit Jantung’ Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, mengisahkan kepadaku, “Salah seorang rekanku yang bisa dipercaya bercerita kepadaku, bahwa suatu malam saat ia sedang bertugas di rumah sakit, ada seorang pasien yang meninggal dunia, maka ia segera memastikan akan kematian pasien tersebut, ia meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengarkan suara, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’…

Ia berkata, “saya rasa adzan subuh. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, ‘Jam berapa sekarang?’ Ia menjawab, “Jam satu malam.”

Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan saya kembali mendengarkan adzan tersebut selengkapnya.

Saya bertanya kepada keluarga orang ini, tentang keadaannya semasa hidup, mereka menjelaskan, ‘Ia bekerja sebagai muadzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke masjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu menghatamkan al-Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan.”

***

Tanggal lima belas bulan Ramadhan 1421 H., seorang jamaah shalat, pingsan di masjid saat ia mengumandangkan iqamah shalat Subuh, dengan segera tiga orang dari jamaah shalat membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Riyadh.

Orang itu sadar saat mereka masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sekonyong-konyong ia berdzikir seakan-akan tidak pernah terjadi apapun.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, ia disambut oleh seorang pemeriksa jantung yang menceritakan kisah ini kepadaku, “Kami menemukan adanya peradangan mematikan yang parah sekali pada sebagian besar jantungnya, kondisi itu membuat kami tercengang.

Saat saya berusaha membawanya ke ruang ICU, tiba-tiba saya mendengar suara tasbih dan tahlil, dan ia membisikkan ke telinga salah seorang rekanku lalu tersenyum sambil membaca, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’ lalu jiwanya terbang menuju keharibaan Tuhan-nya.

Rekanku yang mendengar bisikan orang tersebut tiba-tiba menangis tersedu-sedu, aku kaget atas kejadian ini dan segera menanyakan keadaannya, ia berkata, “Orang ini telah membisikkan kepadaku, “Dokter! Usahlah anda menyibukkan diri, sungguh aku akan mati, aku telah melihat surga, insya Allah aku akan segera ke sana, aku melihatnya sekarang, sungguh aku melihatnya.”

Saat orang ini ditanya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) orang yang telah meninggal ini, ia berkata, “Ia sangat menjaga dua perkara:

Pertama, ia dan muadzin selalu saling dahulu-mendahului untuk datang ke masjid, kadang muadzin mendahuluinya dan lebih sering ia yang datang terlebih dahulu.

Kedua, ia tidak dikenal kecuali sebagai pribadi yang baik, Allah Ta’ala telah menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar, ia tidak pernah berbohong atau menggunjing orang lain.

***

Allah telah mencukupinya dan Allah telah menjaminnya. Dan sungguh kita tidak bisa memberikan rekomendasi apapun untuk siapapun di hadapan Allah.

***

Saya telah melakukan operasi penambalan pembuluh darah terhadap seorang pasien yang berada di ruang Bagian Jantung.

Sehari sebelum ia diperbolehkan untuk pulang –karena menurut perhitungan kami saat itu ia telah sembuh- ia memanggil anak-anak dan istrinya, ia mengharapkan mereka segera hadir, sesaat setelah mereka semua hadir ia berkata, “Aku akan meninggal sebentar lagi, maka maafkanlah aku.”

Kemudian ia memanggil dokter dan para perawat yang merawatnya untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka, lalu ia berbaring di atas sisi kanannay seraya mengucapkan, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’, ia telah menghadap Tuhan-nya.

Saya bertanya kepada anak-anaknya tentang riwayat hidup ayah mereka, mereka menjelaskan, “Ayah kami orang yang baik, kami tidak pernah melihatnya menggunjing, berbohong, berbuat keji, atau kemungkaran.”

***

Ketika masih duduk di bangku kuliah di Kairo Mesir, saya mengenal seseorang yang taat kepada Allah. Ia mengajarkan al-Qur’an, dan membimbing penghafal al-Qur’an di komplek tempat tinggalku. Selama bertahun-tahun ia tidak pernah terlambat datang mengajar pada waktunya yaitu setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.

Suatu hari ia mengucapkan selamat tinggal kepada semua yang hadir setelah menutup pelajarannya, seakan-akan ia tidak akan mengajar kembali setelah hari itu. Hari itu juga, sebelum tiba saat Zhuhur kami mendapatkan berita tentang kematiannya pada jam sepuluh pagi.

Keesokan harinya kami mendapatkan kisah kematiannya berdasarkan cerita istrinya, “Sebagaimana biasa ia pulang ke rumah jam tujuh lebih tiga puluh menit, ia mengucapkan salam kepadaku, kemudian berkata, “Sesungguhnya saya akan mati pada jam sepuluh.” Sayapun mengiranya bercanda, lalu ia berkata, “Siapkanlah sarapan untukku.” Saya menyiapkan sarapan, lalu kami menyantapnya berdua.

Pada jam delapan tiga puluh menit ia masuk ke kamar mandi, ia mandi agak lama, kemudian ia keluar dan memakai wewangian sebagaimana yang ia lakukan ketika hendak berangkat untuk shalat Jum’at, lalu ia memakai pakaian yang paling bagus dan mulai membaca al-Qur’an.

Beberapa menit sebelum jam sepuluh ia berkata, “Saya akan mati pada jam sepuluh, maka maafkanlah aku, lupakanlah semua kesalahan dan kekhilafanku kepadamu.”

Saya sangat terkejut dan tidak bisa mengucapkan apapun, beberapa detik sebelum jam sepuluh, ia bersiap-siap untuk tidur lalu membaca, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’, lalu ia menghadap Tuhan-nya.

***

Sekarang perkenankanlah saya menceritakan kepada anda tentang riwayat hidup orang ini, sungguh saya belum pernah melihatnya menggunjing orang lain, berbohong, menipu , berbicara kotor atau mungkar, sejak saya mengenalnya di komplek itu.

Ada sebuah pertanyaan yang perlu untuk dijawab, berapa banyakkah orang-orang yang shalatnya mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar?

Allah Ta’ala berfirman,
“Dan dirikanlah shalat. Sesungghnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Sayangnya, kadang kita masih temui orang-orang yang menggunjing orang lain padahal ia belum keluar dari masjid. Atau kadang ia menggunjing maupun berbohong padahal ia masih berada di pintu masjid setelah menunaikan shalat.
Atau pedagang yang menipu pembelinya padahal baru saja ia menunaikan shalatnya di masjid. Atau orang yang menzhalimi orang lain atau bermuamalah dengan riba padahal ia termasuk orang-orang yang biasa membaca takbiratul ihram –menunaikan shalat-.

Saudara-saudaraku! Sesungguhnya orang yang shalatnya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan keji, mungkar dan keburukan-keburukan lainnya berupa kemaksiatan dan dosa, maka hendaklah ia mengintrospeksi dirinya. Karena di situlah kekurangannya, mungkin ia belum bisa melaksanakan shalat sebagaimana mestinya, atau ia tidak menunaikannya dengan khusyu’. Seandainya ia mampu mersakan keagungan shalat lalu mendirikannya sebagaimana mestinya, tentulah dengan izin Allah shalat itu akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

Saudaraku yang mulia, sebelum coba-coba menggunjing, berbohong, menipu dan mengambil riba, ingatlah bahwa baru saja anda menunaikan shalat di masjid, semoga saja cara itu akan membatu anda untuk menahan diri, agar di hari kiamat nanti anda tidak termasuk orang-orang yang pailit.

Sungguh, semua ini terjadi atas kehendak Allah, Dia-lah yang menunjukkan kepada jalan kebenaran.

***

Sumber:
Buku “Kesaksian Seorang Dokter” Mensucikan Hati melalui Kisah-Kisah NyataAuthor:dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, Sp.(dokter spesialis bedah dan jantung yang bekerja di Rumah Sakit Riyadh, Saudi Arabia)Penerbit: Darussunah via http://groups.yahoo.com/group/assunnah-qatar/message/4791)